Previous slide
Next slide

Cegah Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Universitas Pekalongan Garap Program Transformasi Batik menjadi Green Product

UNIKAL Garap Program Transformasi Batik menjadi Green Product

Pekalongan – Melalui Program Matching Fund Kemdikbudristek Tahun 2023, Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan membuat program “Transformasi Batik sebagai Green Product untuk Menyongsong Ekonomi Hijau di Kota Pekalongan”. Program ini sebagai upaya untuk mendukung Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 10 Tahun 2023 tentang Standar Industri Hijau untuk Industri Batik. Peraturan ini memuat kriteria persyaratan teknis dan persyaratan manajemen yang perlu dipenuhi oleh industri batik untuk dapat dikatakan sebagai green industry.

Inovasi dari kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk dokumen manajemen pengelolaan proses produksi batik berbasis Standar Industri Hijau dan policy brief untuk mengurangi pencemaran batik. Hasil dari kegiatan ini dapat digunakan untuk mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan melalui upaya efisiensi penggunaan bahan-bahan produksi, mengurangi tingkat bahaya kesehatan dan keselamatan kerja dalam rangka pelaksanaan prinsip industri hijau untuk industri batik. Melalui program ini, dilakukan berbagai kegiatan baik survei, Forum Group Disscussion (FGD), maupun magang industri yang bertujuan untuk menyusun dokumen manajemen pengelolaan proses produksi batik berbasis industri hijau dan menyusun rekomendasi kebijakan untuk pemerintah Kota Pekalongan.

Pada program Matching Fund ini telah terlaksana total 12 aktivitas. Luaran yang telah dicapai yakni dokumen instrument survei, dokumen manajemen pengelolaan proses produksi yang memuat aspek teknis dan aspek manajemen menuju industri hijau, serta policy brief industri hijau untuk industri batik di Kota Pekalongan yang telah diterima oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, mitra dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan bertindak sebagai inisiator, penyedia data, sumber daya manusia, memberikan fasilitas dana pendukung serta menyediakan dana pendamping. Tim pengusul Matching Fund dari Universitas Pekalongan bertindak sebagai penyusun konsep kegiatan dan tenaga ahli dan pengembang dan dokumen manajemen pengelolaan proses produksi batik berbasis industri hijau untuk memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta industri batik di Kota Pekalongan. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Bappeda Kota Pekalongan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan, Kelurahan di Kota Pekalongan, serta dunia usaha dalam hal ini adalah komunitas perajin batik Kota Pekalongan.

Kontribusi luaran yang telah dicapai dalam rekam jejak dan pencapaian IKU tercermin dalam pencapaian IKU 3 dimana ada 9 Dosen berkegiatan di luar kampus, pencapaian IKU 4 dimana telah terlaksana program praktisi mengajar untuk 3 mata kuliah di kampus khususnya pada prodi Teknologi Batik (dengan jumlah praktisi 8), serta pancapaian IKU 5 dimana hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapatkan rekognisi internasional, dalam hal ini dokumen pengelolaan proses produksi batik untuk menuju industri hijau digunakan oleh masyarakat. (Humas / UNIKAL)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram