Previous slide
Next slide

Bimbingan Teknis Verifikator SINTA – Peningkatan Kapasitas Penelitian Unggul Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VI

Semarang – LLDIKTI Wilayah VI kembali menggelar kegiatan penting yakni Bimbingan Teknis bagi Verifikator SINTA (Science and Technology Index) pada Rabu (11/10) bertempat di Gedung A Kantor LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah yang dihadiri oleh para dosen PTS di wilayah LLDIKTI VI Jawa Tengah secara Luring dan Zoom Meeting. Acara ini merupakan respon atas beberapa aspek yang mendesak. Pertama, kesempatan untuk menjalin silaturahmi antar verifikator yang terakhir kali terjadi pada tahun 2021 di Pekalongan. Kedua, sejak diluncurkannya SINTA versi tiga, belum ada upaya penyelenggaraan fasilitasi serupa. Oleh karena itu, muncul kebutuhan mendesak untuk memperbarui pemahaman verifikator tentang perkembangan SINTA yang terkini dan bagaimana sistem ini dapat mendukung para dosen dalam kegiatan riset. Terutama, SINTA telah terintegrasi dengan SISTER (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi), sehingga kendala yang mungkin timbul perlu diatasi.

Kapokja Akademik dan Kemahasiswaan, Sri Hartono, M. Kom., dalam pembukaan acara menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala LLDIKTI Wilayah VI karena memiliki agenda di luar kota yang tidak dapat diubah. Hartono turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua Narasumber utama, yaitu Imam Much Ibnu Subroto dan Sam Farisa Chaerul Haviana. Keduanya bukan hanya tim SINTA pusat, tetapi juga penggagas penting dalam pembangunan SINTA di Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Hartono menjelaskan, “SINTA bukanlah sistem mandiri, ia terhubung dengan berbagai sistem lainnya. Mengabaikan SINTA di lembaga pendidikan kita, dapat memiliki dampak pada sistem-sistem terkait ini, dan itulah mengapa kami memerlukan verifikator untuk mengatasi masalah dan tantangan.”

Imam Much Subroto, seorang akademisi terkemuka dari Universitas Islam Sultan Agung, kemudian memberikan wawasan tentang fitur-fitur dan matriks SINTA, dengan menekankan pentingnya kontribusi verifikator dalam meningkatkan kualitas penelitian dan kolaborasi internasional. Beliau menyatakan, “SINTA bertujuan untuk mengukur kinerja penelitian dan pengabdian secara komprehensif. Ia melacak pendanaan eksternal dan investasi institusi, dan verifikator memainkan peran penting dalam mensinkronisasi upaya tersebut.”

Lebih lanjut, Sam Farisa Chaerul Haviana berbagi aspek teknis verifikasi SINTA dan menjawab pertanyaan dari peserta. Beliau menekankan peran vital verifikator dalam menjaga akurasi data dan memfasilitasi penambahan produk dan prototipe ke dalam sistem.

Selama acara ini, peserta membahas perkembangan SINTA dan peranannya dalam meningkatkan kualitas publikasi di Indonesia. Fokus pada kualitas daripada kuantitas sangat ditekankan, karena SINTA bertujuan untuk meningkatkan standing internasional lembaga pendidikan tinggi Indonesia.

Saat sesi bimbingan teknis ini berlanjut, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang proses verifikasi dan peran penting yang mereka mainkan dalam memastikan integritas data SINTA. Acara ini mendorong berbagi pengetahuan, kolaborasi, dan jaringan di antara peserta.

Acara ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi verifikator untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang SINTA dan aplikasinya, serta membangkitkan hubungan di antara komunitas akademik. Acara semacam ini terus menjadi instrumen penting dalam meningkatkan standar pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

(Humas LL6)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram