Previous slide
Next slide

POLITEKNIK BUMI AKPELNI RESMIKAN KOLAM RENANG “TIRTA PRAWITA SARI”

Semarang – Politeknik Bumi Akpelni melaksanakan peresmian kolam renang “Tirta Prawita Sari” yang diselenggarakan di kampus Politeknik Bumi Akpelni Jl. Pawiyatan Luhur II No.17 Bendan Dhuwur, Jumat (06/10) lalu.

Turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan diantaranya Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Semarang, Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Pimpinan PT Pelabuhan Indonesia, PT Bank Mandiri, DPP INSA, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua-II Yayasan Wiyata Dharma Drs. Sudirman, M.M. yang juga bertindak sebagai ketua panitia pembangunan melaporkan bahwa pembangunan kolam renang yang dibangun dengan ukuran 25m x 15m telah dilaksanakan selama 6 bulan sejak bulan Januari sampai dengan bulan Agustus 2023 dengan biaya kurang lebih 6 miliar dan dilengkapi peralatan keselamatan yang sesuai dengan ketentuan Standard Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarer (STCW).

Ketua Dewan Pembina Yayasan Wiyata Dharma, Soenarto menyampaikan dalam sambutannya bahwa dibangunnya kolam renang ini dalam rangka meningkatkan sarana prasarana pendidikan sesuai standar nasional maupun internasional sehingga taruna dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Selain itu pembangunan kolam renang ini dapat menjadi ajang promosi agar menarik minat masyarakat untuk mendaftarkan putra-putri mereka di Akpelni. “Nama Tirta Prawita Sari memiliki filosofi air kehidupan yang dicari oleh Bhima agar memiliki kekuatan yang tidak tertandingi. Untuk memperoleh air itu tidak mudah karena diperoleh di samudera terdalam dan dijaga oleh naga.” jelasnya

Direktur Politeknik Bumi Akpelni Capt. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si. menambahkan dengan dibangunnya kolam renang ini diharapkan agar taruna dapat melaksanakan ekstrakurikuler yang saat ini masih dilaksanakan di luar kampus.“Kedepannya juga agar taruna dapat melaksanakan sertifikasi keterampilan Basic Safety Training (BST) dan Survival Craft and Rescue Boat (SCRB) yang selama ini masih bekerja sama dengan penyelenggara di kementerian perhubungan.” tambahnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram