Previous slide
Next slide

Meriahnya PKKMB UMK, Bermartabat di Era Disrupsi

Sumber: Humas UMK

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Sidang Senat Terbuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik (TA) 2023/2024. Mengusung tema “Bermartabat di Era Disrupsi”, kegiatan PKKMB ini dilaksanakan selama empat hari, Rabu-Sabtu (13-16/09/2023).

Dalam sambutannya, Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. menyampaikan, terdapat perbedaan dalam penyelenggaraan PKKMB pada tahun ini. Di mana pada tahun-tahun sebelumnya PKKMB di Universitas Muria Kudus dibingkai dalam kegiatan bernama “Masa Pengenalan Akademik Mahasiswa Baru (SAPAMABA)”.

“PKKMB UMK memiliki tujuan untuk menyiapkan mahasiswa baru UMK melewati proses transisi dari siswa menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri. Selain itu, juga untuk mempercepat proses adaptasi dengan lingkungan baru, dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di UMK,” tuturnya.

Kegiatan ini dapat dijadikan titik tolak pembinaan idealisme, penguatan rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui PKKMB mahasiswa UMK diberikan bekal agar mampu berproses dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi.

“Sehingga kelak menjadi lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta Tanah Air, dan berdaya saing global. Hal ini selaras dengan semangat yang diusung dalam tagline UMK yaitu dignity, quality, integrity,” tegasnya.

Dalam rangkaian PKKMB UMK kali ini juga mengadakan event monumental berupa Pelepasan Burung di Lingkungan UMK. Kegiatan ini diselenggarakan di halaman Gedung Rektorat UMK, Jum’at (15/09/2023).

Rektor UMK dalam sambutannya menyampaikan, pelepasliaran burung ini adalah upaya yang dilakukan oleh seluruh civitas akademika Universitas Muria Kudus untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Khususnya, dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

“Kegiatan pelepasan liar burung kembali ke alam, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam menjaga dan mempertahankan populasi burung-burung berkicau di habitat aslinya, sehingga terhindar dari ancaman kepunahan,” tuturnya.

Menambahkan, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kebencanaan, dan Lingkungan (K4L) UMK, Drs. Hendy Hendro Hadi Sridjono, M. Si. mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan berlandas dari aktivitas yang dilakukan sebagian masyarakat. Yaitu menangkap burung liar dari alam yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberi kesadaran kepada seluruh civitas akademika UMK untuk mencintai flora dan fauna, melestarikan dan turut menjaga keragaman hayati serta menjaga kesimbangan ekosistem dan memberikan suasana lingkungan kampus menjadi lebih asri tenang,” pungkasnya. (Humas-UMK)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram