Previous
Next

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Aquatic Centre Politeknik Bumi Akpelni

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Aquatic Centre Politeknik Bumi Akpelni oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI (pr/Akpelni)

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Politeknik Bumi Akpelni untuk meningkatkan kualitas lulusannya adalah dengan melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, salah satunya adalah fasilitas kolam renang.  Oleh karena itu, Yayasan Wiyata Dharma selaku badan penyelenggara penddikan Politeknik Bumi Akpelni dan SMK Pelayaran “Akpelni” melaksanakan acara peletakan batu pertama pembangunan kolam renang “Aquatic Centre” di kampus Politeknik Bumi Akpelni, Jl. Pawiyatan Luhur II No.17 Bendan Dhuwur – Semarang (5/1). Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Wiyata Dharma, H. Soenarto dilanjutkan oleh Senior Executive Vice President Commercial Banking PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk., Totok Priyambodo yang didampingi Senior Vice President Commercial Banking Directorate, Ferdianto Munir dan Assistant Vice President, Anjar Yudhapranoto Tresnadharana. Turut hadir pula Regional CEO Senior Vice President Region VII/ Jawa 2, Hendra Wahyudi, SME Head Region VII/ Jawa 2, Gunadi Wono, Vice President Region VII/ Jawa 2, Wahyu Surahmat, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., Direktur Politeknik Bumi Akpelni Capt. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si dan perwakilan dari perusahaan pelayaran PT Gurita Lintas Samudera Rachman Arziandi. 

H. Soenarto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Mandiri atas dukungan selama ini baik kepada PT. Gurita Lintas Samudera dalam menjalankan bisnis di bidang industri pelayaran, maupun kerjasama dengan Yayasan Wiyata Dharma dalam program finansial untuk operasional lembaga. Beliau berharap kerjasama ini bisa diteruskan dan semakin dipererat di masa mendatang. Totok Priyambodo dalam sambutannya menyampaikan bahwa visi pendidikan yang diemban oleh Yayasan Wiyata Dharma sejalan juga dengan salah satu tema program kerja budaya Bank Mandiri yakni Bersama Membangun Negeri. Harapannya, keikutsertaan Bank Mandiri melalui CSR kepada lembaga pendidikan merupakan salah satu wujud kebersamaan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan membangun negeri tercinta.  

Direktur Politeknik Bumi Akpelni, Capt. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan kolam renang ini tentunya akan menambah kekuatan posisi lembaga sebagai perguruan tinggi maritim swasta dalam persaingan di era global. Berbagai pencapaian telah dilakukan lembaga sejak berubah bentuk dari Akademi menjadi Politeknik di tahun 2019, antara lain membuka program studi baru Sarjana Terapan Transportasi laut dan meningkatkan jenjang 2 program studi D3 menjadi Sarjana Terapan. Pengalaman menyelenggarakan 12 diklat keterampilan dan menerbitkan 14.813 sertifikat juga menjadi pemacu untuk terus menambah diklat baru, salah satunya BST dan untuk itu diperlukan kolam renang ini. Nantinya kolam renang ini akan menjadi salah satu pusat kegiatan dan pembinaan karakter taruna dimana selama ini juga ada pelatihan renang bagi taruna di semester 2 dan juga unit kegiatan taruna Scuba Diver (olahraga selam) yang selama ini menorehkan prestasi bagi lembaga. Kolam renang ini akan dibangun dengan ukuran 25m x 15m dan dilengkapi peralatan keselamatan yang sesuai dengan ketentuan Standard Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarer (STCW). Demikian disampaikan Ketua-II Yayasan Wiyata Dharma, Drs. Sudirman, M.M. dalam laporan ketua pelaksana pembangunan kolam renang. Adapun Ketua-I Yayasan Wiyata Dharma, Achmad, M.Mar.E. menyampaikan bahwa pembangunan kolam renang ini difokuskan untuk persiapan penyelenggaraan diklat BST (Basic Safety Training) secara mandiri bagi taruna PBA dan SMK Akpelni sendiri. Hal ini mengingat selama ini taruna masih mengikuti diklat BST di kampus lain sehingga jadwalnya sangat tergantung dari penyelenggara diklat dan mempengaruhi agenda pelaksanaan ujian keahlian pelaut. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No.70 tahun 2013 sebagaimana diperbarui oleh PM No.140 tahun 2016 tepatnya pada pasal 55 menyatakan bahwa BST merupakan syarat wajib bagi calon pelaut. “Pada sertifikat BST itulah terdapat identitas pelaut yang dikenal dengan istilah Seafarer Code”, demikian tandasnya.

Disela-sela kegiatan, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., menyampaikan agar fasilitas yang akan dibangun ini setelah selesai harus ditunjang dengan tata kelola yang semakin baik.  “Penambahan sarana dan prasarana yang semakin hebat ini harus ditunjang juga dengan penguatan tata kelola lembaga dan SDM” pesan beliau. Tamu undangan yang turut hadir pada acara ini adalah perwakilan KSOP Kelas 1 Tanjung Emas, Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko, Ketua DPC CAA Semarang, Philipus Dwi Harmono. Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Kemakmuran Masjid Jami’ Haji Soenarto, Ridwan, S.Sos., M.M. dan dilanjutkan campus tour melihat fasilitas pembelajaran yang ada di kampus Politeknik Bumi Akpelni seperti laboratorium navigasi dan full mission bridge navigation simulator. (editor/Humas LL6)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram