Previous
Next

UTP Surakarta Raih Kemenangan Cabor Kick Boxing dan Wushu dalam Ajang PON XX Papua 2021

Kabar membahagiakan datang dari Universitas Tunas Pembangunan (UTP) yang meraih beberapa kemenangan dalam ajang PON XX Papua. Dua diantaranya datang dari cabang olahraga kick boxing dan wushu. Para atlit kick boxing Jawa Tengah yang meraih juara umum di PON XX Papua. Pada PON XX Papua 2021, Jateng mengirimkan 5 atlit kick boxing terbaiknya dan semuanya meraih medali. Salah satunya adalah Alfiandi, mahasiswa semester 7, prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (POK) UTP Surakarta yang turut membawa pulang emas setelah menumbangkan lawannya Adrean Mateus (DKI Jakarta) di kelas 60 kg pada Kamis (23/9) yang digelar di Aula Asrama Haji Jayapura.

Alfiandi sendiri merupakan seorang mahasiswa yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. Alfiandi sudah menekuni dunia bela diri sejak lama. Alfiandi diketahui memulai karir keatlitannya sebagai atlit bela diri kempo dan telah banyak prestasi yang ia torehkan pada cabang olahraga bela diri seperti kick boxing dan Mix Material Art (MMA).

Menurut Danang Adhi Kusuma selaku pembina cabang olahraga MMA UTP Surakarta sekaligus Dosen prodi PKO UTP Surakarta mengungkapkan keberhasilan Alfiandi meraih medali emas dalam kompetisi bergengsi di level nasional ini akan memberikan dampak positif untuk mahasiswa lain. Mahasiswa diharapkan bisa berprestasi tidak hanya di bidang akademik namun juga non akademik.

Danang juga menambahkan harapannya para atlit dari UTP Surakarta yang belum bertanding bisa mendapatkan hasil yang terbaik, membawa pulang medali dan gelar juara sesuai dengan tagline kampus UTP “UTP Juara”. Keenam atlit yang mewakili UTP Surakarta ini diharapkan kedepannya dapat menjadi icon mahasiswa berprestasi di bidang olahraga. 

Tidak hanya pada cabang olahraga kick boxing, mahasiswa lainnya juga berhasil menyabet gelar juara pada cabang olahraga wushu. Ardhyla Nugroho Jati, Mahasiswa semester 5 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) meraih medali perak untuk tim wushu Jawa Tengah.

Kemenangan Ardhya Nugroho Jati meraih perak dalam kategori Taolu Duilian atau yang dikenal dengan seni jurus bersama pasangannya Yofan.

Orangtua Ardhya yang juga merupakan guru olahraga 100% mendukung dan memotivasi puteranya agar dapat menjadi atlit yang baik. Kedepannya Ardhya dapat mengikuti turnamen di tingkat senior bahkan bisa mewakili Timnas Indonesia cabor wushu untuk berlaga di event Internasional.

UTP sendiri tentu sangat mendukung dan mensupport para mahasiswanya yang sekaligus atlit jika ingin mengikuti turnamen atau mengikuti pertandingan olahraga. “Kita memfasilitasi semaksimal mungkin baik secara dispensasi terkait dengan perkuliahan asalkan atlit tersebut berlatih atau mengikuti training center baik di Solo maupun di Jawa Tengah” Tambah Danang.

“Meskipun beberapa cabang olahraga sudah mengadakan pertandingan, namun jadwal turnamen wushu saat ini memang masih belum ada dikarenakan masih pandemi. Sepertinya di tahun 2022 bakal banyak pertandingan untuk cabor wushu. Diharapkan dengan digelarnya pertandingan atlit – atlit muda bisa mendapatkan pengalaman untuk bertanding maupun untuk mengikuti turnamen” jelas Danang.

UTP Surakarta juga mengirimkan 5 atlit lainnya diantaranya 4 atilt anggar yang diwakilkan 3 atlit putra dan 1 atlit putri, serta 1 atlit wushu putra.  Ke-5 atlit yang belum bertanding ini tentunya diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik mental maupun fisik. Tidak lupa, mereka juga diminta menjaga nama baik kontigen Jawa Tengah serta almamater UTP Surakarta.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram