Previous
Next

Fakultas Kemaritiman Universitas Maritim AMNI Semarang Gelar Lokakarya Kurikulum

Universitas Maritim AMNI Semarang mengadakan lokakarya kurikulum Fakultas Kemaritiman pada Kamis-Jumat (26-27/8/2021).

Fakultas Kemaritiman terdiri dari 3 program studi yaitu Program Studi D-III Ketalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan, D-III Teknika, dan D-III Nautika.

Lokakarya kurikulum ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, Kepala LLDIKTI wilayah VI dan Dr. Capt. Tri Cahyadi, MSc Kepala Bidang Pendidikan PPSDML.

Ketua panitia lokakarya ini adalah Dekan Fakultas Kemaritiman, Capt. Sutini, M,Mar, MT.

Rektor Universitas Maritim AMNI Semarang, Ir. Siswadi, MT, dalam sambutannya mengatakan lokakarya kurikulum yang harus dilakukan setiap 2 tahun sekali sesuai regulasi.

“Regulasi yang dimaksud jika berdasarkan Dikbud harus sesuai visi-misi, tujuan, dan strategi serta diukur berdasarkan capaian pembelajaran berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Standar Nasional Perguruan Tinggi. Sekarang untuk bagian Akademik ditambah berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Jika berdasarkan PPSDM maka kurikulum pelaut harus sesuai yang ditetapkan dalam STCW Amandement Manila 2010 oleh IMO,” jelasnya.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, dalam memaparkan materinya dipandu moderator Wakil Rektor Bidang 1 Dr. Adenanthera LD, S.T, MM.

Judul dari materi tersebut adalah Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam Menjawab Peluang dan Tantangan Di Era Digital.

Dalam paparannya, Prof. Zain menjelaskan tantangan perguruan tinggi dalam industri 4.0. dihadapkan kepada kenyataan ilmu pengetahuan yang dinamis.

“Revolusi industri menyebabkan kompetensi dan profesionalitas perguruan tinggi harus beradaptasi terhadap perubahan terkait lapangan pekerjaan. Perguruan tinggi adalah pencetak mahasiswa sebagai output sumberdaya manusia. Kebijakan kampus merdeka belajar-kampus merdeka berusaha menjawab tentangan tersebut dengan berani menyebrang antara dunia akademis, vokasi dan profesi,” tuturnya.

Universitas Maritim AMNI Semarang mengadakan lokakarya kurikulum Fakultas Kemaritiman pada Kamis-Jumat (26-27/8/2021).

Fakultas Kemaritiman terdiri dari 3 program studi yaitu Program Studi D-III Ketalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan, D-III Teknika, dan D-III Nautika.

Lokakarya kurikulum ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, Kepala LLDIKTI wilayah VI dan Dr. Capt. Tri Cahyadi, MSc Kepala Bidang Pendidikan PPSDML.

Ketua panitia lokakarya ini adalah Dekan Fakultas Kemaritiman, Capt. Sutini, M,Mar, MT.

Rektor Universitas Maritim AMNI Semarang, Ir. Siswadi, MT, dalam sambutannya mengatakan lokakarya kurikulum yang harus dilakukan setiap 2 tahun sekali sesuai regulasi.

“Regulasi yang dimaksud jika berdasarkan Dikbud harus sesuai visi-misi, tujuan, dan strategi serta diukur berdasarkan capaian pembelajaran berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Standar Nasional Perguruan Tinggi. Sekarang untuk bagian Akademik ditambah berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Jika berdasarkan PPSDM maka kurikulum pelaut harus sesuai yang ditetapkan dalam STCW Amandement Manila 2010 oleh IMO,” jelasnya.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, dalam memaparkan materinya dipandu moderator Wakil Rektor Bidang 1 Dr. Adenanthera LD, S.T, MM.

Judul dari materi tersebut adalah Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam Menjawab Peluang dan Tantangan Di Era Digital.

Dalam paparannya, Prof. Zain menjelaskan tantangan perguruan tinggi dalam industri 4.0. dihadapkan kepada kenyataan ilmu pengetahuan yang dinamis.

“Revolusi industri menyebabkan kompetensi dan profesionalitas perguruan tinggi harus beradaptasi terhadap perubahan terkait lapangan pekerjaan. Perguruan tinggi adalah pencetak mahasiswa sebagai output sumberdaya manusia. Kebijakan kampus merdeka belajar-kampus merdeka berusaha menjawab tentangan tersebut dengan berani menyebrang antara dunia akademis, vokasi dan profesi,” tuturnya.

Hal ini merupakan perpaduan antara konsep akademis dan konsep aksiologis yang diharapkan memenuhi harapan kebutuhan dalam lapangan pekerjaan dan dunia industri.

Penyusunan kurikulum diharapkan dapat menentukan mata kuliah dan menyusun silabus sehingga dapat diimplementasikan

Hal ini dapat didukung dengan mengadakan kerjasama dengan para praktisi, para stakeholder, para pemangku kepentingan.

Peningkatan kualifikasi dosen dan pengajar juga dituntut dengan memperhatikan 3 pilar pengembangan tenaga kerja berbasis kompetensi.

Pertama adalah standar kompetensi sebagai rujukan atas kebutuhan pasar kerja yang dibuat oleh pihak pengguna/industri.

Kedua, program diklat berasis standar kompetensi untuk menghasilkan peserta didik/latih yang menguasai kompetensi yang dibuat oleh lembaga diklat.

Ketiga, sertifikasi kompetensi untuk memastikan kompetensi peserta didik/latih yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Narasumber kedua Dr. Capt. Tri Cahyadi, MSc menjelaskan tentang bagaimana mempersiapkan calon perwira maritim dalam menghadapi perubahan dalam bidang industri yang siap bekerja tidak hanya di laut melainkan juga di darat (transition to shorebase carrier).

Prinsip 4 C (creative solution, critical thinking, colaboration and comunicative) dapat digunakan sebagai landasan untuk mempersiapkan calaon perwira maritime yang handal.

“Kesiapan lain yang perlu diperhatikan adalah global maritime professional yang dibagi menjadi 4 yakni foundational knowledge and skills, academic skills, professional technical skills dan professional soft skills. Hal tersebut diharapkan mampu bersaing dan beradaptasi dengan pasar kerja yang ada,” jelasnya.

Perguruan tinggi maritim sebagai pencetak SDM maritim bertanggung jawab agar kualifikasi tersebut terserap di dunia kerja sesuai kompetensi di bidang masing-masing.

Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual atau daring mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Peserta adalah stakeholder eksternal dari berbagai bidang, dosen dan tenaga kependidikan di lingkup Fakultas Kemaritiman Universitas Maritim AMNI Semarang. (*)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram