Previous
Next

Arbain Rambey Bagikan Ilmu ke Humas PTS dan Mahasiswa

WhatsApp Image 2021-03-11 at 3.21.02 PM (2)

Mantan redaktur foto harian Kompas, Arbain Rambey membagikan ilmu tentang fotografi jurnalistik kepada humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan Klinik Fotografi yang diadakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, di Griya Persada, Bandungan (9/3). Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh 45 humas PTS dan ratusan lainnya yang mengikuti secara daring melalui zoom metting dan kanal Youtube LLDIKTI Wilayah VI.

Arbain menyebutkan sekarang dirinya lebih sering untuk menyampaikan filosofi fotografi, bagaimana menilai foto jurnalistik, dan apa yang bisa dilakukan dengan kamera. Di awal materinya Arbain sempat menunjukkan beberapa foto termahal di dunia dengan harga diatas Rp 50 miliar. “Banyak yang bertanya, om kapan sebuah foto mahal?, jawabannya adalah sebuah foto mahal kalau yang jual pasang harga tinggi, dan ada yang mau beli titik,” ungkapnya

Selanjutnya Arbain menerangkan tentang jenis-jenis foto yang terbagi menjadi dua yakni foto seni dan foto guna, serta menerangkan beberapa genre di dunia fotografi. Arbain juga menunjukkan beberapa karya fotonya dan rekan-rekan jurnalis foto harian kompas serta bagaimana proses sebuah karya foto jurnalistik dibuat. “Sebelum mulai bekerja, seorang fotografer harus sudah mempunyai gambaran bagaimana nanti fotonya akan jadi. Dia harus memiliki konsep bagaimana gambarannya tersebut dapat divisualisasikan dalam sebuah foto,” ujar fotografer kenamaan ini.

Arbain membagikan pengalaman para fotografer harian kompas ketika meliput sebuah peristiwa besar. “Kompas menempatkan semua fotografernya di berbagai titik untuk mendapatkan satu buah foto yang bisa menjadi headline. Bahkan kita tidak bisa berpindah tempat karena pasti akan ditempati oleh orang lain, dan kita tetap di posisi tersebut dari pagi sampai sore, jadi bisa dibayangkan ya,” kata Arbain.

Pembicara lain dalam Klinik Fotografi ini adalah fotografer kenamaan asal Semarang, Bambang RSD. Dia membagikan tips bagaimana menghandle sebuah kamera sehingga seorang fotografer yang harus berjam-jam memegang kamera tidak lekas lelah baik tubuh maupun matanya. Bambang menunjukkan bagaimana harus memegang kamera, melihat obyek, mengarahkan gaya dan berbagai hal menarik lainnya.

Peserta juga ditunjukkan beberapa karyanya baik yang sudah diolah digital mauun yang belum. “Editing foto dengan aplikasi bukan merupakan hal yang tabu, untuk mendapatkan karya yang baik terkadang juga diperlukan olah digital, dan sayapun juga melakukannya,” ujar Bambang seraya menunjukkan sebuah foto dengan lokasi di Lawang Sewu.

Bambang juga mengajak para peserta untuk melakukan praktek foto yang dilakukan di sekitaran tempat acara. Peserta terlihat sangat antusias ketika melakukan pemotretan dengan arahan langsung oleh Bambang RSD.

Kegiatan Klinik Fotografi bagi Humas PTS dan Mahasiswa ini dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha LLDIKTI Wilayah VI, Adhrial Refaddin. Dalam sambutannya, Adhrial mengucapkan terimakasih kepada kedua narasumber yang sudah menyempatkan untuk sharing kepada insan humas PTS terkait dengan bagaimana meningkatkan kemampuan kita meng-capture moment untuk mempublikasikan segala aktifitas yang dilakukan oleh PTS.

“Kita ternyata sangat membutuhkan kegiatan ini, saya yakin teman-teman yang hadir disini sebagai humas sangat diperlukan oleh perguruan tinggi untuk memberikan gambaran kepada stakeholder kita, terutama mahasiswa, orang tua mahasiswa tentang credential-nya kita, prestasi kita,” ujarnya.

Klinik Fotografi sendiri merupakan kegiatan pertama dari rangkaian tiga kegiatan yang sudah direncanakan oleh bagian Humas LLDIKTI Wilayah VI yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para insan humas PTS dan mahasiswa. Dua kegiatan yang akan segera menyusul untuk dilaksanakan adalah tentang Penulisan Kreatif, dan Komunikasi Berbasis Media Sosial.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram