Previous
Next

Prof Zainuri Hadiri Rakor Pimpinan PTS Jawa Tengah

IMG_5747

Pasca dilantik oleh  Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VI pada hari Selasa yang lalu, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri melangkahkan kakinya untuk pertama kali sebagai Kepala di kantor LLDIKTI Wilayah VI, pada Kamis (10/12).

Pak Zain demikian dia akrab disapa, menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Penyambutan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Periode 2020-2024. Acara yang diselenggarakan secara Hybrid (daring dan luring) ini diikuti oleh seluruh perwakilan PTS di Jawa Tengah, serta dua PTN yang hadir secara luring yakni Polimarin, dan Undip yang diwakili oleh Sekretaris Universitas, Prof Dr dr Anies MKes PKK.

Tampak hadir pula secara luring, perwakilan pimpinan PTS seperti Rektor Untag, Rektor Unisbank, Rektor Universitas Ivet, Rektor Unwahas, serta Wakil Rektor I Unika Soegijapranata. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Edi Noersasongko juga hadir dan memberikan sambutan secara daring.

Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI, Dr Lukman ST MHum dalam sambutan pembukaannya mengenalkan segenap sivitas LLDIKTI Wilayah VI kepada Pak Zain. Dr Lukman juga menjelaskan peta kondisi PTS yang ada di wilayah Jawa Tengah mulai dari akreditasi, SDM pendidik, hingga permasalahan-permasalahan yang menyangkut penelitian dan publikasi dosen.

Dr Lukman memberikan penekanan tentang PTS yang belum terakreditasi, sehingga menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pak Zain. “Yang terakreditasi A baru 5 PTS, B : 83 PTS, C : 49 PTS, Baik Sekali : 1 PTS, Baik : 14 PTS, dan ini yang harus menjadi perhatian, ada 98 PTS belum terakreditasi. Ini menjadi PR bagaimana caranya membina dan memfasilitasi sehingga sesuai standar akreditasi,” ungkap Dr Lukman

Ketua APTISI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Edi Noersasongko turut mengucapkan selamat datang kepada Pak Zain. “Selamat datang dan sugeng rawuh kepada Prof Zainuri, bahwa dengan ditunjuknya bapak sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VI, maka secara otomatis Prof Zainuri menjadi bapak atau orang tua dari 250 PTS yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah,” ungkap Rektor Udinus ini.

“Selaku orang tua pasti menjadi tempat mengadu, dan pasti akan diminta untuk membimbing, mendorong, ataupun memotivasi kami, agar kami semua bisa berdiri tegak sejajar dengan perguruan-perguruan tinggi terkemuka dimanapun mereka berada,” tambah Prof Edi.

Dalam sambutan perdananya sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Pak Zain menyampaikan penekanan bahwa ada kata yang terkandung dalam amanah jabatannya yaitu kepala dan layanan. “Dari awal, mohon maaf saya harus mengatakan bahwa amanah Kepala LLDIKTI itu karena kata-katanya sudah kepala dan layanan, jadi menjadi kepala pelayan, ini mohon dicatat betul Bapak/Ibu,” pesannya kepada semua yang hadir.

“Saya berdiri disini karena saya meniatkan diri untuk mewakafkan sebagian dari usia saya menjadi pelayan dari Bapak/Ibu semua,” tambahnya. Pak Zain juga menyampaikan bahwa ingin memulai hal ini dengan semangat silaturahim yang tinggi.

Pak Zain sempat membahas banyak hal, mengenai kampus merdeka belajar, akreditasi, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), hingga kebijakannya mengurangi kertas atau paperless dalam admistrasi.

Dihadapan wartawan pada saat jumpa pers, ia kembali menegaskan, jabatan yang diterimanya ini sebagai ladang amanah bagi dirinya. “Kalau dulu di Undip, hanya memiliki sebanyak 52 ribu mahasiswa, sekarang sekitar 400 ribuan mahasiswa. Kalau mereka itu bertelur dengan baik, maka lima atau 10 tahun mendatang akan menjadi generasi penerus yang produktif,” jelasnya.

Ada beberapa Program Kerja dan Sasaran yang disusun Pak Zain, yang meliputi : (1). Kurikulum, Sistem Penjaminan Mutu dan Akreditasi (Butir 1, 2, 3, 4, 5 IKU-Indeks Kinerja Utama PT) ; (2). Pengembangan Penelitian, Publikasi, Hilirisasi dan Paten (Butir 4, 5 IKU) ; (3). Aktualisasi dan Promosi untuk Peningkatan SDM dan Daya Saing PT (Butir 6, 7, 8 IKU), serta (4) Pengembangan dan Diversifikasi Kemahasiswaan, Soft  Skill dan Hard Skill (Butir 1, 2 dan 7 IKU).

Program Kerja dan Sasaran tersebut disesuaikan dengan 8 Indeks Kinerja Utama Perguruan Tinggi yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dam Kebudayaan melalui Permendikbud No. 754/P/2020..

Prof Zaenuri merupakan akademisi yang sarat dengan prestasi. Saat menjadi Dosen Muda pernah meraih sebagai Dosen Berprestasi (Dosen Teladan) I, tingkat Fakultas serta tingkat UNDIP (1994) dan Harapan I Tingkat Nasional. Selanjutnya meraih Peneliti Penyaji Terbaik Nasional Tahun 2004. Alumni S1 Jurusan Perikanan Fakultas Peternakan dan Perikanan (FPP) Undip, 1986 ; lulus S2 Universite des Sciences et Techniques du Languedoc, Montpellier Perancis (1989) dan lulus S3 di universitas yang sama tahun 1993.

Dalam meniti karir sebagai Dosen, Prof. Zainuri, telah menapaki berbagai jenjang jabatan di perguruan tinggi mulai dari Kaprodi (1995-1996 ; 2001-2010), Pembantu Dekan I FPIK (1996-2000), Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip (2011-2015), Wakil Rektor I Bidang Akademis dan Kemahasiswaan UNDIP (2015-2019) dan Ketua Senat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip (2016-2021), serta Anggota Senat Akademik UNDIP Periode 2020-2025.

Sedangkan untuk status peneliti, Prof. Zainuri tercatat di Google Scholar H-index 16 serta I10-Index 34, an SINTA Skor 22.04. Scopus memiliki 50 dokumen (H-index 4) serta Hak Paten sedikitnya 7 buah. Prof. Zainuri juga tercatat sebagai salah satu dari 500 Top Peneliti Indonesia.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram