Previous
Next

2 Tips Jitu Pemilihan Topik Presentasi Yang Membuat Anda Nyaman Berpresentasi dan Relevan Bagi Audiens Anda

Penulis : Dr. Ir. Erry Ricardo Nurzal, M.T., M.P.A.
Blog: https://erry-ricardo.com/

Anda bisa bayangkan jika Anda melakukan presentasi di hadapan mahasiswa dengan membawakan topik “Bijak Menghadapi Politik Kantor”. Tentunya tidak mudah membuat mereka tertarik.

Kenapa ?

Karena saat itu, topiknya masih belum relevan bagi mereka.

Topik presentasi adalah salah satu faktor yang penting dan menentukan apakah presentasi Anda akan menarik bagi audiens Anda atau tidak. Jika topik presentasi yang Anda bawakan tidak tepat, maka tidak mudah untuk mendapatkan perhatian dari mereka.

Dalam menentukan topik presentasi, ada dua tips jitu yang dapat Anda gunakan untuk membuat Anda nyaman dalam melakukan presentasi dan juga relevan bagi audiens Anda.

Mari kita bahas satu per satu.

Tips Pemilihan Topik Presentasi # 1 : Sesuaikan Dengan Keahlian Anda

Pada zaman sekarang, berbagai informasi dengan mudah bisa Anda peroleh. Mulai dari berbisnis dari rumah sampai hotel yang enak dan murah. Anda tinggal mencari informasi tersebut di internet melalui google.

Hal tersebut sangat mudah Anda lakukan, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat.

Namun, pertanyaannya dengan informasi yang mudah Anda dapatkan tersebut, apakah dalam menentukan topik presentasi Anda bisa mengambil informasi tersebut dari internet dan kemudian Anda hafalkan ?

Tentu tidak.

Dalam menentukan topik presentasi, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan.

Pertama, pilihlah topik presentasi yang Anda ketahui. Jika Anda benar-benar tidak mengetahui mengenai topik yang akan dibicarakan, maka Anda dalam menyusun materi presentasi hanya berada di permukaan saja. Anda dapat menghadapi masalah, ketika tiba pada sesi tanya jawab.

Kedua, pilihlah topik presentasi yang Anda sukai. Ketika Anda berbicara mengenai topik yang Anda sukai, maka akan timbul rasa antusias dari dalam diri Anda. Dan, ketika Anda berbicara tentang topik yang Anda sukai, maka Anda seperti memiliki energi ekstra untuk berbicara. Dengan antusias yang Anda perlihatkan, maka audiens Anda juga akan bisa tertarik dengan apa yang Anda sampaikan.

Ketiga, pilihlah topik presentasi yang Anda pedulikan. Jika Anda berbicara tentang hal-hal yang Anda pedulikan, maka Anda akan memiliki antusiasme dan semangat ekstra untuk berpresentasi. Misalkan saja, Anda adalah seorang yang peduli dengan kesehatan orang tua, maka Anda bisa berbicara topik tersebut secara antusias dan bersemangat.

Keempat, pilihlah topik presentasi yang merupakan hal-hal yang Anda lakukan. Anda akan menjadi orang yang paling dipercaya ketika berbicara mengenai hal-hal yang Anda lakukan. Kenapa ? Karena topik presentasi yang Anda sampaikan merupakan topik yang berdasarkan pengalaman Anda sendiri berdasarkan apa yang Anda kerjakan. Pesan-pesan yang Anda sampaikan melalui cerita berdasarkan pengalaman Anda akan menjadi keunikan Anda sendiri.

Jika Anda serius dalam hal presentasi atau ingin menjadi pembicara professional, maka Anda perlu memiliki sebuah buku yang berisi catatan tentang cerita yang Anda alami, rangkuman buku-buku yang pernah Anda baca atau hal-hal menarik yang Anda temui. Suatu waktu Anda membutuhkannya, Anda tinggal membuka buku tersebut dan Anda tuangkan menjadi suatu bentuk presentasi yang menarik.

Tips Pemilihan Topik Presentasi # 2 : Sesuaikan Dengan Kebutuhan Audiens

Kebutuhan audiens merupakan faktor kunci yang perlu Anda pertimbangkan. Jika faktor ini terlewatkan, maka bisa-bisa tujuan Anda berpresentasi tidak tercapai.

Sebagai contoh, Anda hendak melakukan presentasi untuk mendapatkan pendanaan dari seorang investor. Jika dalam presentasi, Anda menghabiskan seluruh waktu presentasi hanya untuk bercerita tentang berdirinya perusahaan dan struktur organisasi, maka apakah investor akan mau berinvestasi ?

Yakin, investor tersebut tidak mau berinvestasi.

Kenapa ?

Karena apa  yang Anda sampaikan tidak cukup bagi investor untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, Anda mesti tahu apa yang diperlukan oleh investor untuk membuat keputusan. Misalnya, berapa penjualan ke depan, berapa biaya yang diperlukan, dan margin keuntungan yang akan diperoleh.

Cara yang paling tepat untuk mengetahui apa yang audiens butuhkan adalah dengan bertanya langsung kepada mereka. Luangkanlah waktu untuk mempelajari tentang siapa yang akan menjadi audiens Anda. Ketahui latar belakang profesi, kisaran umur, keinginan dan harapan mereka. Dengan kata lain, kenalilah audiens Anda.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari audiens Anda.

Pertama, kenali profil demografi dan psikografis audiens Anda. Coba Anda luangkan waktu untuk mendapatkan informasi demografi mengenai audiens Anda seperti : jenis pekerjaan, rentang usia, background pendidikan, jenis kelamin. Dengan pengetahuan tersebut di tangan Anda, maka Anda akan bisa menyusun materi presentasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain informasi mengenai demografi, akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan informasi psikografis dari audiens Anda seperti :

Apa masalah yang sering dihadapi oleh audiens Anda ?

Apa yang selama ini mereka inginkan ?

Jika Anda bisa merancang isi presentasi Anda sesuai dengan hal-hal di atas, maka tentunya Anda akan benar-benar bisa terhubung dengan audiens Anda. Mereka akan mengatakan bahwa Anda sebagai presenter benar-benar bisa mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka.

Kedua, ketahuilah tingkat pengetahuan audiens Anda pada topik yang Anda paparkan. Jangan sampai Anda memberikan presentasi tentang hal-hal yang audiens Anda sudah ketahui dengan jelas. Anda dapat bertanya kepada klien atau panitia yang meminta Anda untuk memberikan presentasi mengenai materi-materi yang audiens Anda sudah pernah dapatkan. Selain itu, juga Anda perlu menyesuaikan istilah-istilah yang Anda gunakan dalam presentasi Anda. Hindari istilah-istilah yang mereka tidak kenali. Gunakan bahasa-bahasa yang mereka mudah pahami.

Demikianlah, dua tips jitu pemilihan topik presentasi yang membuat Anda nyaman berpresentasi dan relevan bagi audiens Anda. Pertama, sesuaikan dengan keahlian Anda. Kedua, sesuaikan dengan kebutuhan audiens.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram