Previous slide
Next slide

UKSW Bersama LLDIKTI Menggelar Seminar Peranan Sistem Penjaminan Mutu untuk Pemenuhan Akreditasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. DYP Sugiharto M.Pd Kons hadir pada Seminar Peranan SPMI untuk Pemenuhan Akreditasi IAPT 3.0 di Hotel Grasia Semarang pada 11 Juli 2019. Seminar yang digagas UKSW itu dihadiri oleh 70 pengelola Perguruan Tinggi di wilayah Jawa Tengah.

Gagasan seminar didasarkan pada instrumen akreditasi baru yang diluncurkan  Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak Oktober 2018. Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) menggunakan versi 3.0 dan 4.0 sebagai Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS).

Perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu SDM Indonesia ini perlu dipahami dan diimplementasikan oleh para pengelola Perguruan Tinggi. Namun demikian, pemahaman mengenai IAPT 3.0 dan IAPS 4.0 belum banyak dipahami oleh sebagian pengelola Perguruan Tinggi terutama pada lembaga dengan akreditasi C. UKSW terpanggil untuk menginisiasi kegiatan yang membagikan pengetahuan mengenai penyusunan SPMI dan melaksanakannya demi memenuhi standar perguruan tinggi. 

Prof. DYP Sugiharto mengatakan dalam sambutannya bahwa membangun budaya mutu adalah hal elemental yang paling sulit dilakukan. Tidak ada cara lain selain menempuh jalur SPMI untuk mendapatkan akreditasi yang lebih baik. SPMI adalah keniscayaan yang harus dijalankan setiap penyelenggara pendidikan tinggi. SPMI harga mati, slogan yang menjadi pengingat pentingnya SPMI pagi perguruan tinggi.

Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDIKTI Wilayah VI, Ngadiyanto, ST, M.Kom memberikan wawasan berbagai peraturan baru yang perlu dicermati oleh PT. BAN-PT sudah menerbitkan instrumen akreditasi IAPT 3.0 dan IAPS 4.0 yang terdiri dari 9 kriteria. SPMI menjadi semakin urgen karena akan dievaluasi pada setiap komponen kriteria tersebut. Untuk itu diharapkan PT mencermati persiapan akreditasi dengan menjalankan SPMI secara berkelanjutan.

Prof. Dr. Intiyas Utami yang merupakan narasumber dalam seminar tersebut menyimpulkan bahwa peserta yang mayoritas berasal dari kampus terakreditasi B dan C memiliki komitmen kuat untuk mengimplementasikan SPMI. Namun demikian kendala yang dihadapi kampus berakreditasi B dan C dalam bentuk kebutuhan dukungan pucuk pimpinan dan membangun budaya mutu perlu mendapat perhatian dari LLDIKTI.

Peserta kegiatan mengharapkan acara ini tak berhenti disini, perlu digagas forum komunikasi yang menjadi media rembug bersama sebagai upaya peningkatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Kegiatan seminar Peranan Sistem Penjaminan Mutu untuk Pemenuhan Akreditasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 merupakan kegiatan riset internal dari beberapa dosen FEB UKSW yang bertujuan untuk memetakan implementasi SPMI bagi pemenuhan IAPT 3,0 di Jawa Tengah.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram