Previous slide
Next slide

Stikes Tujuh Belas Karanganyar Gelar Tasyakuran

Sebagai ungkapan syukur terhadap keberhasilan yang diraih baru-baru ini,  Yayasan Pendidikan tinggi Tujuh Belas Karanganyar melakukan tasyakuran dengan menggelar pertunjukkan budaya adiluhung berupa pagelaran wayang kulit dengan lakon Bimo Suci, Senin (17/6/2019) di kampus II (kampus baru).

Disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Tujuh Belas Karanganyar Dr. Hj. Tatik Susanti Suryo, bahwasannya genap diusiannya ke-23 Stikes Tujuh Belas Karanganyar telah dianugerahi berkah berupa diterimanya SK perubahan bentuk, sekaligus dimilikinya kampus baru yang malam ini dilaunching.

Sebelum dimulainya pegelaran wayang kulit dilakukan pemotongan tumpeng dan penandatanganan prasasti gedung baru oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. DYP Sugihato.

Tatik menjelaskan, dengan berubah bentuk menjadi Stikes, institusinya kini telah memiliki atau menambah satu progdi baru Farmasi (S1).

Berkat prestasi yang berhasil diraih tersebut diapresiasi oleh Kepala LLDIKTI VI. Dikatakan, diterimanya SK perubahan bentuk menjadi Stikes, merupakan indikator kepercayaan pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti kepada Yayasan Tujuh Belas Karanganyar yang mana selama ini dalam mengelola lembaganya dilakukan dengan baik.

Menurut Prof.Dr.DYP.Sugiharto, dengan penambahan prodi baru Farmasi (S1) diwaktu mendatang dapat menambah berbagai progdi lain.

“Menyelenggaran perguruan tinggi berbentuk Stikes  dapat membuka progdi pada jenjang program D3,S1,S2,S3, tetapi masih hanya terbatas untuk rumpun ilmu kesehatan.” tegasnya

Ia berharap, prodi baru Farmasi yang baru di buka ini dalam dua tahun mendatang sudah melakukan pengajuan reakreditasi, sehingga pada saat nanti meluluskan sudah terakreditasi B. Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar, Yuliatmono, MM, pimpinan perguruan tinggi dan kepala sekolah SMA/SMK  dan MAN yang ada di Karanganyar, masyarakat sekitar, serta dari internal Stikes Tujuh Belas Karanganyar.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram